Jumat, 12 Maret 2010

INDONESIA-L] DUTA - Pasukan 'Ninja' Bikin Onar di Madiun

[INDONESIA-L] DUTA - Pasukan 'Ninja' Bikin Onar di Madiun
From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Thu Jun 14 2001 - 10:01:16 EDT

To: apakabar@Radix.Net
From: Sefdin Bahks
Date: Wed, 13 Jun 2001 23:29:48 EDT
Subject: DUTA 14 JUNI: Pasukan "Ninja" Bikin Onar di Madiun

Pasukan "Ninja" Bikin Onar di Madiun

Pasukan "ninja" beraksi di kabupaten Madiun. Bedanya dengan Banyuwangi,
mereka beraksi ramai-ramai menyerang warga tak berdosa.

Madiun, DM
Ingat pasukan ninja di Banyuwangi beberapa waktu lalu? Hari-hari ini
masyarakat di bagian utara kabupaten Madiun, tepatnya di kecamatan
Saradan dan Pilangkenceng, dibuat resah gelisah oleh aksi gerombolan yang
menutup wajahnya dengan kain hitam. Persis pasukan ninja. Sejumlah orang
dikabarkan menjadi korban dari aksi mereka ini.
Hingga berita ini diturunkan, kemarin (13/6), suasana di dua kecamatan
tersebut sangat mencekam. Seperti halnya di Banyuwangi saat dilanda isu
dukun santet dan aksi pasukan ninja, sejumlah warga tampak berjaga-jaga
di pinggir jalan dan sudut-sudut kampung sambil membawa berbagai macam
senjata tajam dan pentungan. Jika ada orang asing yang masuk, lebih-lebih
yang mengenakan helm gelap, pasti akan dihentikan untuk ditanya identitas
dan keperluannya.
Sejumlah warga kepada Duta menuturkan, gerombolan "ninja" itu dalam
melakukan aksi onarnya selalu mengendarai sepeda motor. Seperti yang
terjadi di desa Gandul, kecamatan Pilangkenceng, Selasa lalu (12/6)
sekitar pukul 22.15 WIB. Kejadian dimulai dengan iring-iringan belasan
sepeda motor yang dikendarai gerombolan "ninja". Entah dari mana
datangnya. Mereka membawa berbagai senjata tajam dan pentungan.
Kebetulan Supriyadi (22) dan kawan-kawannya tengah duduk di pinggir
jalan desa. Tiba-tiba gerombolan itu berhenti lalu, diawali dengan bunyi
peluit yang panjang (meniru lolongan serigala setiap hendak menyerang?),
mereka menyerang Supriyadi dan kawan-kawan dengan sajam. "Kejadiannya
begitu cepat, kami sampai tak sempat mengenali ciri-ciri mereka. Setelah
menyerang, mereka langsung kabur," kata seorang warga. Kesudahannya,
Supriyadi tewas dengan perut terburai.
Pada malam yang sama di desa lain di kecamatan Pilangkenceng, pasukan
"ninja" melakukan penyerangan dengan pola yang sama. Datang dengan
belasan kendaraan roda dua, lalu mengejar-ngejar Heru (25) dan
memukulinya secara sadis. Selanjutnya mereka menyerang Sinto (23) dan
Yeyen (23), yang sedang 'nongkrong' di sebuah warung.
Didik (24) juga jadi korban kebrutalan pasukan Ninja saat asyik 'ngopi'
di sebuah warung. Entah mimpi apa dia malam sebelumnya. Seperti belum
puas, pasukan yang "haus darah" itu terus bergerak hingga ke Kecamatan
Saradan. Dua korban dilaporkan mengalami cedera cukup serius, namun nama
mereka masih dalam proses identifikasi oleh petugas.
Menurut sejumlah warga, agaknya gerakan pasukan "ninja" tersebut sudah
diskenario secara rapi. Buktinya, sebelum menyerang, mereka dikomando
dengan peluit panjang. Bunyi peluit kembali terdengar sebagai aba-aba
untuk mengakhiri penyerangan, sebelum mereka kabur.
Sementara kawan-kawannya melakukan penyerangan, tambah warga, sebagian
duduk di atas motor dengan kondisi mesin dihidupkan, supaya bisa cepat
kabur. "Kami berharap petugas secepatnya menyelidiki dan menuntaskan
kasus yang meresahkan warga ini," ujar seorang warga yang tak mau disebut
namanya.
Warga pun tak bisa mereka-reka apa motif para pembuat onar itu. Pasalnya,
warga Madiun selama ini tak pernah terlibat bentrok. Artinya, mereka tak
merasa punya musuh. "Entah mengapa secara tiba-tiba mereka menyerang
dengan membabi buta," ujar warga lainnya.
Kapolres Madiun AKBP Hadi Sutoyo, didampingi Kasatserse AKP I Made
Martawa, mengatakan kepada wartawan, pihaknya sudah menerima laporan
tentang kejadian tersebut. "Malam itu juga sejumlah petugas telah
diturunkan ke lapangan," ujarnya, sembari menambahkan bahwa pihaknya kini
sedang menyelidiki motif dan pelaku penyerangan. (ag)

sumber:http://www.hamline.edu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar